Evolusi dan Optimalisasi Teknologi Penerangan Buatan untuk Hortikultura
Abstract
Penerapan penerangan tambahan merupakan strategi rekayasa kunci dalam pertanian modern untuk memanipulasi respons fotomorfogenetik dan meningkatkan produktivitas tanaman. Tinjauan ini mengkaji secara komprehensif evolusi teknologi sumber cahaya hortikultura, mulai dari lampu pijar dan lampu neon kompak (CFL) generasi awal, hingga lampu sodium tekanan tinggi (HPS) yang menjadi standar industri, dan akhirnya ke teknologi Light-Emitting Diode (LED) yang revolusioner. Kami membandingkan teknologi-teknologi ini secara kuantitatif berdasarkan metrik kinerja utama, termasuk Efikasi Foton Fotosintetik (PPE), kualitas spektral, disipasi panas, dan umur operasional. Keunggulan transformatif LED, terutama efisiensi energi yang superior dan kemampuan penyesuaian spektral (spectral tunability), dianalisis secara mendalam sebagai alat rekayasa fisiologis. Lebih lanjut, tinjauan ini membahas pergeseran dari kontrol manual ke sistem kontrol cerdas yang terintegrasi. Sistem modern yang memanfaatkan sensor, Internet of Things (IoT), dan Kecerdasan Buatan (AI) dapat secara dinamis menyesuaikan output cahaya untuk mencapai target Daily Light Integral (DLI) dengan penggunaan energi minimal. Sebagai studi kasus teknis, disajikan prototipe sistem kontrol berbasis IoT berbiaya rendah yang menunjukkan implementasi praktis dari konsep-konsep ini.