Pengaruh Blended Learning dan Pembimbingan Intensif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Pembuatan Proyek IoT XI TKJ

Authors

  • Reiziq maulana Institut Prima Bangsa Cirebon
  • Indra Maulana institut prima bangsa
  • Nurhadiansyah institut prima bangsa

Abstract

Tingginya kompleksitas pembuatan proyek Internet of Things (IoT) menuntut kemampuan pemecahan masalah (troubleshooting) yang kuat bagi siswa kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan blended learning dan pembimbingan intensif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas XI TKJ yang terbagi ke dalam kelas kontrol (20 siswa) dan kelas eksperimen (20 siswa). Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest-posttest serta kuesioner, lalu dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney U. Hasil pengujian pretest menunjukkan kondisi awal kemampuan pemecahan masalah kedua kelompok berada pada tingkat yang setara. Pada pengujian posttest, kelas eksperimen memperoleh nilai Mean Rank 24,28, secara signifikan lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 16,73 dengan nilai signifikansi 0,034. Meskipun persepsi siswa melalui kuesioner dirasakan setara di kedua kelompok, perlakuan blended learning yang terstruktur serta teknik pembimbingan berbasis scaffolding pada kelas eksperimen terbukti nyata mentransformasi kemampuan kognitif siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan blended learning dan pembimbingan intensif secara signifikan berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembuatan proyek IoT.

Downloads

Published

2026-08-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pengaruh Blended Learning dan Pembimbingan Intensif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Pembuatan Proyek IoT XI TKJ. (2026). Journal of Computer and Informatics Engineering, 2(1). //computa.ipbcirebon.ac.id/index.php/computa/article/view/124